Digantung di pohon, atau di palang salib? Mitos penyaliban

Kisah Para Rasul 5:30 (TL) Adapun Allah Tuhan nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang sudah kamu ini bunuh dengan menggantungkan Dia pada kayu (xylou seharusnya diterjemahkan pohon) itu.

Tapi di terjemahan baru
Kisah Para Rasul 5:30 (TB) Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.

Kata xylou seharusnya diterjemahkan pohon, lihat

https://biblehub.com/interlinear/acts/5-30.htm
Tapi translator berhasil mengelabui pembacanya yang tidak teliti. Kemudian mentranslitnya menjadi kayu di TL, atau salib di TB.

Kesengajaan translasi yang menyimpang juga terjadi di
1 Petrus 2:24 (TB) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib (xylou = tree = pohon), supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Bandingkan dgn koine greek

https://biblehub.com/interlinear/1_peter/2-24.htm

Pun, ayat yang cukup beken yang merupakan ucapan Paulus
Galatia 3:13 (TL) Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat itu dengan menjadi suatu kutuk karena kita, karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu,

Kata Yunani yg dipakai di sana adalah juga xylou, atau pohon. Jadi bunyi kalimat yg bener adalah :
Galatia 3:13 (TL) Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat itu dengan menjadi suatu kutuk karena kita, karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada pohon,
Lihat

https://biblehub.com/interlinear/galatians/3-13.htm
Jadi kata yang dipakai di ayat-ayat di atas adalah xylou (pohon), bukan staurou (tiang).
Kata staurou bisa ditemukan di Matius 27:40, Yohanes 19:17, tapi lagi-lagi translator menerjemahkannya bukan sebagai tiang/pasak, melainkan diterjemahkan menjadi salib. Tiang hanyalah sebatang kayu, sedangkan salib adalah 2 kayu yang dipasang saling menyilang.

Pun, di Markus 15:13, para translator PB menerjemahkan staurōson sebagai “salib lah”. Kata staurōson diambil dari kata stauros, yang artinya pancang.

Markus 15:13 (TB) Maka mereka berteriak lagi, katanya: “Salibkanlah Dia!”

Pertanyaan: siapa yang berteriak di ayat tersebut? Jawab: orang-orang Yahudi. Apakah menghukum orang dengan cara disalib adalah panduan dari taurat? Tidak ada. Yang ada adalah digantung di tiang pasak. Menyalib orang di tiang bersilangan seperti huruf “t atau T” tidak dikenal di dalam budaya Yahudi.

Karena hingga abad ke 4 Masehi, cara menghukum dengan disalib (crossed, kayu palang) tidak pernah dalam sejarah yahudi. Dulu orang Yahudi menurut Ulangan 21:21-22, menghukum mati orang dengan cara dilempari batu terlebih dulu sampai mati, kemudian mayatnya digantung di tiang pasak.
Ulangan 21:21-22 (TB) Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut.”
“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang (impale him on a stake – cek Sefaria).

Dosa apa yg sudah dibuat Yesus sehingga pantas dihukum mati oleh orang Yahudi? Tidak ada kan? Jadi cerita penyaliban itu hoax yg dibuat-buat.

Sedangkan Romawi menghukum orang dengan cara “disate”, atau dipasak (bhs Inggris : impaling). Cari gambar “impaling” di google image supaya lebih jelas. Itúlah makanya di gospel yang lebih tua, misalnya gospel Thomas, tidak menyinggung samasekali soal penyaliban. Yang seringkali dijadikan rujukan bahwa orang Romawi sudah menerapkan hukuman salib di Judea adalah Jehohanan. Tapi belakangan ternyata ahli arkeologi menyimpulkan bahwa dia bukan disalib namun dipancang di tiang-tiang pasak vertikal dengan dua lengan saling terikat. Masing-masing tangan tidak terdapat bekas dipaku. https://www.timesofisrael.com/in-a-stone-box-a-rare-trace-of-crucifixion/amp/
Jadi posisi Yesus yg disalib dengan tangan dan kaki dipaku pada kayu yang bersilangan tidak didukung bukti komparatif dari temuan kasus di jaman Yesus.

Cara disalib adalah inovasi dari bangsa pagan.assyria dan babilonia. Tapi cara disalib belum populer di Romawi pada abad pertama Masehi.. Catet, paulus adalah orang Parsi
Terbukti bahkan keraguan tersebut diamini oleh ahli sejarah kontemporer, bahwa penyaliban tidak pernah terjadi, disertai alasan-alasannya : “EVERYTHING you know about Jesus’ death is wrong – He wasn’t even crucified” >>
https://www.express.co.uk/entertainment/books/730997/Jesus-Christ-crucifixion-Bible-story-wrong-Julian-Doyle-book
“Was Jesus really nailed to the cross? Artefacts suggest tales of the crucifixion may have become myth and tradition” >>
https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-3498373/Was-Jesus-really-nailed-cross-Ancient-artefacts-suggest-tales-crucifixion-myth-tradition.html

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.