Siapa nabi-nabi yang dikisahkan di surat Yasin 13-29 ?

Paulus diceritakan di dalam al Qur’an surat Yasin? Bahkan disebut-sebut sebagai nabi? Hmm.. pasti kalian salah minum obat.. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Itu kata Christian Prince. Tapi seperti biasa, Christian Prince hanya memungut remah-remah dari klaim apologis Kristen pendahulunya seperti Sam Shamoun atau David Wood.

Dari klaim awal bahwa Paulus disebut-sebut di dalam ayat Qur’an, seperti biasa, kemudian argumennya bergeser kepada sumber tafsir sekunder dari ibn Katsir. Hal ini dilakukan Christian Prince untuk menyelamatkan followernya bahwa Qur’an memang menyebut-nyebut nama Paulus. Usaha Christian Prince berhasil, karena followernya memang sangat mudah dicuci otaknya.

Mari kita bahas masalah sepele ini berdasarkan isi teks di tafsir Ibn Kathir dan hasil analisa historian yahudi yaitu rabbi Ben Abrahamson.

Ibn Kathir menulis:

“Nama dua Utusan pertama adalah Sham`un dan Yuhanna, dan nama ketiga adalah Bulus, dan kota itu adalah Antiokhia (Antakiyah).”

Tapi pertanyaannya adalah apakah ini pandangan Ibn Kathir pribadi?

TIDAK

Narasi ini dikutip Ibn Kathir yang merujuk ucapan Shu`yab Al-Jaba’i

Ibn Kathir mengutip Shu’ayb Al-Jaba’i. Ibn Kathir juga mengutip interpretasi dari orang yang lain pula.

Dia mengatakan bahwa menurut Ibn Ishaq nama-nama ketiganya adalah:

(i) Shadiq
(ii) Saduq
(iii) Shalum

Catatan: tidak ada nama Bulus (yaitu Paulus) seperti klaim dari Christian Prince.

Kemudian Ibn Kathir dalam tafsirnya membantah ini dan mengatakan bahwa menurut Alquran surat Yasin ayat 29, orang-orang di kota tersebut kemudian dihancurkan.

Secara historis tidak ada bukti bahwa kota Antiokhia paska nabi Isa as menghadapi kehancuran seperti itu.

Ibn Ishaq mengutip Ibn Abbas, sesuai dengan apa yang diriwayatkan melalui Ka’ab Al-Ahbar, dan Wahb Ibn Munabbah: “Ini adalah kota Antiokhia, yang memiliki seorang raja bernama Antiochus Ibn Antiochus Ibn Antiochus, dan ia biasa menyembah berhala. Allah SWT mengiriminya tiga utusan yang disebut: Sadiq, Sadouq, dan Shalom. Tetapi raja mendustakan mereka. Ini juga diriwayatkan oleh Buraida Ibn Al-Khasib, ‘Ikrimah, Qatadah, dan Az-Zuhri, semua mengatakan “itu adalah Antiokhia” (Ibnu Kathir)

Ibn Kathir melanjutkan dengan mengatakan “Dan dari apa yang telah terjadi sebelumnya, dan menurut banyak ulama salaf, desa ini adalah Antiokhia, dan bahwa ketiganya adalah pembawa pesan ‘Isa AS,” tetapi ia mengajukan keberatan ini:

1) dapat mudah dibaca bahwa mereka adalah Nabi dari SWT Allah, bukan nabi yang diutus oleh Isa as

2) dalam ayat ini para utusan ditolak dan kota dihukum, yang tampaknya tidak terjadi pada Antiokhia setelah zaman Isa as.

3) Setelah wahyu Taurat, Allah SWT menuntut orang-orang percaya tidak hanya untuk memperingatkan para penyembah berhala, tetapi juga untuk melawan mereka (yang tidak kita lihat oleh para murid Isa as).

Juga dapat dicatat bahwa selama masa ‘Isa as, Romawi mengendalikan Antiokhia, dan tidak ada raja Seleukus di sana sejak tahun 65 SM. Tidak seperti kota dalam ayat surat Yasin, Antiokhia dengan bersemangat menerima pesan agama Kristen dan berkembang sebagai kota.

Beberapa detail sejarah

Pada masa raja Seleucid, yang menamakan diri mereka dengan gelar Antiokhus, ada gerakan dakwah monoteis yang dipimpin oleh Imam Besar Yahudi Shimon Ha Saddik – cucu Imam Besar Yehoshua – dan anak-anaknya juga disebut Onias dan Shimon dengan gelar kehormatan Saddik dan Sadok. Seleucus I Nicator membuat warga Yahudi di kota-kota yang ia bangun di Asia, dan di dataran rendah Suriah, dan di kota metropolis itu sendiri, Antiokhia. Dia memberi mereka hak istimewa yang setara dengan yang dimiliki orang Makedonia dan Yunani, penghargaan yang bertahan sampai zaman Romawi. Cucunya menikahi Bernice, putri Ptolemeus II. Jadi Antiokhus III adalah raja Seleukus pertama yang bisa disebut “Firaun” (cucunya Antiokhus IV yang benar-benar menaklukkan Mesir). Putranya, Seleucus IV Philopator membiayai semua biaya yang berkaitan dengan tempat suci, dan ramah kepada orang-orang Yahudi. Dia mengundang para Imam Besar untuk mengajar di Antiokhia dan kota-kota lain di kerajaan itu. Semua Imam Besar ini mengikuti ajaran nenek moyang mereka, Yehoshua, Imam Besar yang hidup pada masa Nabi Zakharia (AS).

Kesimpulan: Mereka ini bukan para murid Isa as. Dan tentu saja bukan Paulus.

Bagaimana mungkin Paulus, (merupakan seorang Herodian yang merupakan pagan, yang mengajarkan agama pagan Kristen), menjadi seorang nabi yang mentauhidkan Allah?

Hadits Bukhari, Kitab Para Nabi no 3186 (vol 4 no 651)
ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ูŠูŽู…ูŽุงู†ู ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุดูุนูŽูŠู’ุจูŒ ุนูŽู†ู’ ุงู„ุฒู‘ูู‡ู’ุฑููŠู‘ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ููŠ ุฃูŽุจููˆ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุจูŽุง ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ
ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุงุจู’ู†ู ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏู ุนูŽู„ู‘ูŽุงุชู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ู†ูŽุจููŠู‘ูŒ

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘AbdurRahman bahwa Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam besabda: Aku adalah orang yang paling dekat dengan Ibnu Maryam (‘Isa) ‘alaihis salam, dan para Nabi adalah saudara (dari keturunan) satu ayah, sedangkan antara aku dan dia (Isa) tidak ada Nabi.

Jadi setelah nabi Isa tidak ada nabi yg bernama Bulus. Adanya guru palsu yg penuh dgn Akal Bulus, alias nabi palsu yg suka tipu-tipu seolah dijamah roh tikus seperti Paulus.

Tetapi 3 nabi yg dimaksud adalah “para murid” dari Imam Besar Yehoshua, yang merupakan nama yang sama dengan Yesus, dan mereka hidup sebelum kelahiran nabi Isa as.
Semua Imam Besar ini memiliki gelar leluhur mereka Saddik dan Sadok (Zedek, seperti juga melkizedek yg juga merupakan sebuah gelar).

Di bawah perlindungan Antiokhus III yang Agung, yang adalah Antiokhus putra Antiokhus putra Antiokhus dan seorang “Firaun”, dan putranya Seleucus IV Philopator, para Imam Besar Yahudi diundang untuk mengabarkan monoteisme di kerajaan Seleucid. Mereka mengundang Imam Besar Onias III (185-175 SM, terbunuh di tahun 170 SM di Daphne, dekat Antiokhia), Simon / Jason (175-172 SM, meninggal di Sparta), dan Onias / Menelaus (171-161 SM, dieksekusi di Antiokhia ). Imam Besar ini dikenal karena jubah sutra mereka. (kitab Yahudi Menahot 109a). Meskipun diundang untuk berbicara di Antiokhia, penduduk tidak mau meninggalkan penyembahan berhala. Bahkan raja lebih tertarik pada pemungutan pajak daripada khotbah mereka. Dua belas tahun setelah Antiokhus V Eupator mengeksekusi Menelaus, pada tahun 148 SM, kota Antiokhia menderita gempa bumi dahsyat dan meratakan kota.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.