Penjelasan Yohanes 1:1-18 dalam konteks yang benar

Yohanes 1:1-18 dibagi menjadi 3 bagian segmen, yaitu :

I. Segmen pertama: Penjelasan apa itu Logos

1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

Ayat ini paralel dengan kalimat pertama yg dituliskan oleh para nabi (Joel 1:1 Jonah 1:1 Micah 1:1 Zephaniah 1:1, Ezekhiel 1:3, Hosea 1:1).

Ada sekitar lebih dari 300 kata Logos di perjanjian baru. Hanya di 7 tempat saja yg memakai huruf kapital, itupun da semua versi bible mempunyai jumlah huruf kapital dari Logos yg sama. Jadi keputusan tersebut bergantung kepada keinginan penterjemah saja.

Dari seluruh teks bible, kata Logos mempunyai makna dasar “pikiran”, atau “hasil dari pikiran” seperti alasan. Sehingga alasan atau reason merupakan makna lain dari Logos. Selain alasan, juga “firman”, .”kebijaksanaan”, “perintah”, “perkataan” dll.

Dari lexicon kita dapatkan beberapa definisi dari kata Logos :

  • speaking; words you say (Rom. 15:18, “what I have said and done”).
  • a statement you make (Luke 20:20 – (NASB), “they might catch him in some statement).
  • a question (Matt. 21:24, “I will also ask you one question”).
  • preaching (1 Tim. 5:17, “especially those whose work is preaching and teaching).
  • command (Gal. 5:14, “the entire law is summed up in a single command”).
  • proverb; saying (John 4:37, “thus the saying, ‘One sows, and another reaps’”).
  • message; instruction; proclamation (Luke 4:32, “his message had authority”).
  • assertion; declaration; teaching (John 6:60, “this is a hard teaching”).
  • the subject under discussion; matter (Acts 8:21, “you have no part or share in this ministry.” Acts 15:6 (NASB), “And the apostles… came together to look into this matter”).
  • revelation from God (Matt. 15:6, “you nullify the Word of God ”).
  • God’s revelation spoken by His servants (Heb. 13:7, “leaders who spoke the Word of God”).
  • a reckoning, an account (Matt. 12:36, “men will have to give account” on the day of judgment).
  • an account or “matter” in a financial sense (Matt. 18:23, A king who wanted to settle “accounts” with his servants. Phil. 4:15, “the matter of giving and receiving”).
  • a reason; motive (Acts 10:29 – NASB), “I ask for what reason you have sent for me”).

Sumber Arndt and Gingrich, A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature (University of Chicago Press, 1979). 

Perlu dicatat bahwa tidak ada satupun makna lexicon yang mengatakan bahwa Logos adalah Yesus.

“Pada mulanya” atau “In the beginning” di ayat ini tidak paralel dengan penciptaan alam raya dan makhluk seperti di prolog kitab Kejadian, karena di ayat ke 4 dan 5 berbicara ttg petunjuk atau jalan hidup dan untuk mengenal Bapa seperti yg akan dijelaskan di ayat ke 6 hingga 14. Yg diajarkan oleh Bapa adalah melalui perantaraan para nabi. Dan prolog ini merupakan sebuah pengantar atas apa yg akan nanti diajarkan oleh Yesus.

2. houtos seharusnya diterjemahkan menjadi “this”, bukan he atau his, bukan merujuk kepada Yesus. Jadi houtos di sini adalah Logos (firman), yg pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Lihat concordancenya https://biblehub.com/greek/houtos_3778.htm, https://biblehub.com/greek/3778.htm

3. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Logos/firmanNya) dan tanpa Dia (Logos) tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Sekali lagi, translit Dia di sini merujuk kepada Logos, bukan Yesus.

4. Dalam Dia (Logos) ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Jadi ayat inipun tidak ada kaitannya dgn Yesus, karena sedang menjelaskan apa itu firman.

5. Terang (Bapa, 1 Yohanes 1:5) itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 
Perlu digarisbawahi bhw dari ayat ke 1 hingga 14, penulis gospel Yohanes belum bicara ttg Yesus.

II. Segmen ke 2 : Yohanes Pembaptis memperkenalkan siapa nabi yg akan diutus

6. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes (John the baptis);  

7. ia (yaitu Yohanes) datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu (Bapa), supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

8. Ia (Yohanes) bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu (kesaksian tentang Bapa). 

9. Terang yang sesungguhnya (yaitu Bapa), yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 

10. Ia (Yohanes) telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.(lihat Yohanes 8:19, 14:7, 15:21, 16:3, 17:25, 1 Yohanes 3:1)

11. Ia (Yohanes) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  (lihat juga 3 Yohanes 1:7)

12. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (yang mengikuti Yohanes), yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

13. orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

III. Segmen ke 3: Kelahiran Yesus yg diciptakan melalui firman Allah, “KUL”

14. Firman (Logos) itu telah menjadi daging (Yesus), dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kata ἐγένετο (egeneto) dipakai untuk sesuatu yg telah terjadi, artinya “terjadilah atau munculah”. Sehingga arti kalimatnya, “dari Logos kemudian terciptalah daging (atau menjadi gospel)”.

Yg menarik adalah kata kerja “bsr” dalam bhs Ibrani berarti kabar baik / gospel, sedangkan kata benda “bsr” dalam bhs Ibrani berarti daging.
Maksudnya, Allah menciptakan Yesus hanya dengan sebuah firman : KUL, jadilah. Sama seperti pada penciptaan Adam yg dibentuk dari tanah kemudian Allah berfirman KUL. Atau juga bisa berarti bhw dari Logos kemudian maka menjadi gospel.

15. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” 

Ayat ke 14-15 oleh trinitarian diklaim sebagai pra-eksistensi Yesus. Padahal di ayat ke 30 terdapat kalimat yg sama diulang dengan penegasan dalam konteks keutamaan manusia.

This is he of whom I said, ‘After me comes a man who ranks before me, for he was before me.’ – John 1:30 (ESV)

Manusia (yang dimaksud adalah Yesus) tidak pre-eksis. Sehingga terjemahan yg benar adalah :

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dia yang akan datang akan melampaui aku (derajatnya), sebab Dia lebih utama daripada aku.”

16. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 

17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 

18. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Anak Tunggal Allah mempunyai arti bhw Yesus merupakan satu-satunya nabi yang diutus pada saat itu kepada Bani Israil. Sehingga menunjukkan keutamaan Yesus dibandingkan bangsa Israel pada saat itu karena melalui Yesus lah maka umatnya mengenal Bapa. Ini adalah sebuah bentuk kiasan, sehingga tidak bisa dimaknai sebagai anak biologis. Anak itulah yang kemudian mengenalkan Bapa kepada bangsa Israel.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.