Maryam saudara Harun (bagian 1)

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”

Biasanya orang kristen menuduh ayat ini merupakan bukti dari ketidakakuratan alquran. Mereka menuduh Nabi SAW keliru menerima info tentang maryam dan tercampur aduk dengan Miryam yang dalam Bibel yang merupakan Saudara perempuan harun. Benarkah ini?

Umumnya muslim memberi pembelaan bahwa sebutan ‘Ukhta Haarun’ (Saudara Perempuan Harun) bukan dimaksudkan untuk menyatakan saudara dalam arti hubungan darah. Sebagaimana sebutan Anak adam, anak Daud; apakah yang dimaksud anak kandung adam dan Daud? Tentu saja tidak.

Sebagaimana sekelompok Kristen Najran pada masa Nabi SAW mengemukakan keberatan serupa dan dijawab oleh Nabi SAW. Dalam Sahih Muslim, hadits diceritakan oleh Mughirah bin Syu`bah berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَأَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِيُّ وَاللَّفْظُ لِابْنِ نُمَيْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ
لَمَّا قَدِمْتُ نَجْرَانَ سَأَلُونِي فَقَالُوا إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ يَا أُخْتَ هَارُونَ وَمُوسَى قَبْلَ عِيسَى بِكَذَا وَكَذَا فَلَمَّا قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin ‘Abdillah bin Numair dan Abu Sa’id Al Asyaj dan Muhammad bin Al Mutsanna Al ‘Anazi; Dan lafazh ini miliknya Numair ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris dari Bapaknya dari Simak bin Harb dari ‘Alqamah bin Wail dari Al Mughirah bin Syu’bah ia berkata; Ketika aku mendatangi kota Najran, para penduduknya bertanya kepadaku; Sesungguhnya kalian membaca, wahai saudara Harun, padahal Musa hidup sebelum Isa berjarak beberapa tahun.’ Maka ketika aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku menanyakan hal itu kepada beliau, dan beliaupun menjawab: ‘Dulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shaleh dari kaum sebelum mereka.’ (Shahih Muslim)

Keterangan dari Nabi SAW inilah yang banyak digunakan muslim untuk mengklarifikasi frase ‘Ukhta Harun’ tersebut. Namun sayangnya temen-temen muslim jarang (sejauh pengetahuan saya) yang bisa memberikan bukti bahwa selain penyebutan ‘anak’ fulan, ada pula penyebutan ‘saudara’ fulan dalam tradisi yahudi atau bahkan lebih luas tradisi semitik.

Adakah bukti bahwa penyebutan ‘Saudara’ itu benar-benar ada dalam tradisi Semitik?

Tuduhan ketidakakuratan ini salah total karena mengabaikan idiom bahasa Arab dan konteks ayat. Dalam bahasa Arab kata ‘akhun’ atau ‘ukhtun’ mempunyai dua arti:

1. Saudara (laki-laki) dan saudara (perempuan) kandung.
2. Persaudaraan dalam marga/keluarga ataupun kepercayaan.

Ayat di atas (Maryam:28) menggunakan kata ‘ukhtun’ dalam pengertian kedua. Hal tersebut bukanlah hal diluar kebiasaan qur’an untuk menggunakan ungkapan idiomatik yang sama untuk ayat-ayat sebelumnya. Dalam surat Huud ayat 78 Nabi Lut a.s. merujuk kaum wanitanya sebagai ‘putri-putriku)

Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”

Dalam surat Al-a’raaf ayat 65, 73, 85 Nabi Hud, Saleh dan Syu’aib dikenal sebagai “saudara” masyarakat mereka masing-masing.

65. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”

73. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.”

85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”

Kaum Luth disebutkan dalam alquran Surat Qaaf ayat 13 dengan redaksi ‘akhun’ – ‘Ikhwaanu Luth’
وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍdan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth

Dalam bibel, Lukas 1:5 Elisabeth disebut putri Harun. Apakah itu berarti secara harfiah merupakan putri kandung harun?

and his wife was of the daughters of Aaron, and her name was Elisabeth.

Yesus pun disebut anak Daud dalam Matius 21:9

…Hosanna to the Son of David

Mungkin ada sebagian yang akan berdalih “Itu kan ‘anak’ atau ‘putri’…mana ‘saudara’?” Kalau yang berkata demikian adalah orang kristen maka dia sebenarnya tidak paham terhadap kitabnya sendiri.

الاَخُ-(al) akh – dan الاُخْتُ -(al) ukht – dalam perbendaharaan bahasa arab sama dengan אח – ach – dan אחות – ‘achowth – dalam perbendaharaan bahasa ibrani untuk saudara laki-laki dan perempuan. Dan terbukti penggunaannya (dalam bibel) tidak hanya berarti saudara dalam pengertian saudara kandung.

Lihat Strong kosakata tersebut dalam Bibel …

No. Strong: H0251 Kata           : אח ‘ach
Pengucapan : awkh
Asal Kata     : a primitive word
Sumber       : TWOT-62a
Jenis           : n m

Dalam AV  : brethren 332, brother 269, another 23, brotherly 1, kindred 1, like 1, another 1, other 1
Jumlah    : 629

Definisi Inggris:
1) brother
1a) brother of same parents
1b) half-brother (same father)
1c) relative, kinship, same tribe
1d) each to the other (reciprocal relationship)
1e) (fig.) of resemblance

No. Strong: H0269
Kata      : אחות ‘achowth
Pengucapan: aw-khoth’
Asal Kata : irregular f of 0251
Sumber    : TWOT-62c
Jenis     : n f

Dalam AV  : sister(s) 106, another 6, together with + 0802 1, other 1
Jumlah    : 114

Definisi Inggris:
1) sister
1a) sister (same parents)
1b) half-sister (same father)
1c) relative
1c1) (metaph) of Israel’s and Judah’s relationship
1d) beloved
1d1) bride
1e) (fig.) of intimate connection
1f) another

Ref. http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=0251 http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=0269

Dalam keterangan strong tersebut, bahkan ‘saudara’ dengan maksud bukan saudara kandung disebut lebih banyak daripada pengertian harfiah tersebut. Itu menunjukkan bukti bahwa penisbatan nama dengan nama orang shalih ataupun nama nabi pada tradisi semitik benar-benar ada dan itu hal yang wajar.

Apa yang hendak disampaikan dari frase ‘Ukhta Harun’ ?

Bila kita mengamati kembali dalam Quran Surah Maryam di atas, kita akan menemui bahwa yang memanggil dengan panggilan ‘Ukhta harun’ itu adalah Bani Israel sendiri. Apakah ada hal yang penting dari penyampaian kembali kisah dialog antara Maryam dan Bani Israel?tentu saja.Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”

Ini ada kaitannya dengan penisbatan nama ‘Isa a.s kepada ibunya, yang biasa kita temui dalam quran dengan ‘Isa Ibn Maryam. Ini sekaligus menjadi klarifikasi bahwa ‘Isa anak maryam itu bukan keturunan pezina, bukan anak haram seperti yang dituduhkan yahudi. Maryam merupakan sepupu dari Elisabeth yang dalam kutipan ayat bibel di atas disebut sebagai keturunan Harun. Dan harun dalam literatur yahudi adalah seorang imam. Keturunan suku Lewi. Dan benarlah Quran bahwa ‘Isa Ibn Maryam adalah keturunan orang suci bukan keturunan pezinah dari raja-raja yehuda, seperti dalam bibel (yang mengacu pada catatan yahudi, yang notabene menistakan ‘Isa a.s.)

Silsilah ‘Isa a.s (a.k.a. Yesus) dalam bibel masih menyimpan kontroversi hingga saat ini. Bahkan silsilah dari jalur Ibu, Maryam, melalui bapaknya Heli/Eli tidak dapat dipertahankan sebagai suatu kebenaran. Bahkan apologi maryam anak Eli disebut suatu kedustaan yang nyata

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.