Allah SWT adalah zat? Tuduhan usang yang berbalik menyerang diri sendiri

Yg jelas Allah dalam islam bukanlah materi, atau zat. Dan Allah menyatakan dirinya Mukhalafatu (Ta’ala) Lil Hawadits, yg artinya berbeda dengan makhluk-Nya (as-syura 11). Berbeda bukan saja image atau rupa, tapi esensinya. Dan seorang muslim tidak perlu memikirkan dzatullah itu apa, krn tidak ada faedahnya dalam menambah keimanan.

Kalau orang Kristen berpendapat bukanlah materi, maka tunjukkan saja ayat bible yg mendukung argumen tsb.

Krn di Alkitab sendiri yg cetakan lama tertulis tuhan itu adalah zat, yg berarti adalah sebuah materi. Coba buka
IBRANI 1:3 Indonesian – (TL)
Maka Ialah menjadi cahaya kemuliaan Allah dan ZAT Allah yang kelihatan, serta Ia menanggung segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya; dan setelah Ia membuat persucian segala dosa, maka duduklah Ia di sebelah kanan Yang Mahabesar di dalam ketinggian;

contoh lain :
Kisah Para Rasul 17:29 (TL 1954)
Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan zat Allah itu serupa dengan emas atau perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia.

Padahal zat dalam kamus berarti materi.

Allah juga bukan roh. Kalau Allah roh maka sama saja dong dgn malaikat, bahkan evil spirit. Tapi menurut kristen, tuhannya itu adalah roh.

“Allah itu roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:24)

Jika Tuhan itu roh, maka konsep Ketuhanan akan semakin tidak jelas dan sangat melecehkan Tuhan. Tuhan digambarkan dalam bentuk yang serupa dgn ciptaanNya.

Yohannes 1:32 (TL) Maka Yahya pun menyaksikan serta berkata, “Aku sudah nampak Roh Allah turun dari langit, seperti seekor burung merpati, lalu hinggap di atas-Nya.

Seriously? Roh Tuhan sprt burung? Punya sayap? Seperti patung-patung bersayap yg ada di gereja?

Bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita meliputi samudera raya, dan ROH ALLAH MELAYANG-LAYANG DI ATAS PERMUKAAN AIR” (Kejadian 1:2)

Tuh, masa Tuhan gentayangan. Dan secara implisit ayat tsb menunjukkan Tuhanmu mempunyai dimensi ruang yg terbatas, Krn berarti permukaan air lebih luas dan besar dibandingkan Tuhan.

Di Islam, Allah itu Maha meliputi segala sesuatu, sehingga Allah tidak terkekang oleh dimensi (ruang dan waktu) yg esensinya adalah ciptaanNya.

Dalam syahadat Islam bukanlah berbunyi: “Tiada Tuhan selain Tuhan, juga bukan “”Tidak ada Tuhan selain Yhwh”, tetapi “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Dalam monoteisme, memang mengakui adanya Tuhan yang satu. Akan tetapi, monoteisme belum tentu sama dengan tauhid. Dalam konsep Islam, tauhid adalah pengakuan atas Allah sebagai satu-satunya Tuhan, yang disertai dengan keikhlasan dan rela untuk diatur oleh Allah. Oleh karena itu, jika seseorang menyembah Allah, tetapi tidak mau diatur oleh Allah, maka ia tidak bisa disebut bertauhid. Dan iblis pun tidak bisa dikatakan bertauhid, tetapi disebut kafir dikarenakan ia menolak untuk tunduk kepada perintah Allah, meskipun ia sendiri tahu bahwa Allah sebagai satu-satunya Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.