Yohannes 1:1, Yesus bukan Tuhan Sejati

Bagaimana memahami ayat bible dgn benar supaya tidak sesat pikir dan salah kesimpulan?

Seringkali saya lebih suka mengutip bible translasi berbahasa Inggris. Ini bukan untuk gaya-gayaan. Walaupun bible ESV, NIV atau KJV dan alkitab Indonesia sama-sama melakukan terjemahan dari manuskrip berbahasa Yunani, namun margin kesalahan translasi di alkitab jauh lebih besar dan lebih banyak dibandingkan dengan bible berbahasa Inggris.

Pada kesempatan ini akan dibahas Yohannes 1:1 yang biasanya merupakan ayat favorit untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, atau di alkitab memakai kata Allah.

Konvensi penulisan: kata Allah yg dipakai di artikel ini merupakan penamaan yg dipakai di alkitab, bukan dalam terminologi Islam dan Qur’an.

Konsep Tuhan Sejati yang diajarkan Yesus

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah Sejati, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Yesus mengatakan Engkau satu-satunya Tuhan Sejati. Tegas di sini bhw hanya Bapa adalah Tuhan Sejati. Bahkan dipertegas dgn kata “satu-satunya”. Jadi tidak termasuk Yesus dan ataupun roh kudus, tapi Bapa lah satu-satunya Tuhan Sejati. Sedangkan Yesus hanya utusan, atau penyampai firman.
Ayat ini juga memberi pelajaran bhw trinitas itu konsep palsu. Kalau saja Yesus meyakini bhw satu-satunya Tuhan Sejati maka seharusnya ini menjadi kesempatan buat Yesus untuk meletakan pondasi trinitas. Maka ayatnya menjadi berbunyi:
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Bapa, aku dan roh kudus sebagai satu-satunya Tuhan Sejati yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Hal ini juga diterangkan di 1 Yohanes 5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar (Bapa); dan kita ada di dalam Yang Benar (Bapa), di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia (Bapa) adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Konsep Logos dan penciptaan Yesus

Kita mulai dgn kutipan ayatnya :

Yohanes 1:1 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

John 1:1 In the beginning was the Word, and the Word was with God (Tuhan Sejati, Bapa, ton Theon), and the Word was god (tuhan, penyampai firman, atau nabi, theos).

Harus dibedakan antara ton Theon Tuhan Sejati) dgn theos tuhan yg bisa berarti penyampai firman, nabi, bahkan setanpun adalah theos)
Ini adalah ayat yg menggunakan kata theos yg diterjemahkan sbg setan :
Corinthians 4:4
*Satan (theos), who is the god of this world*, has blinded the minds of those who don’t believe. They are unable to see the glorious light of the Good News. They don’t understand this message about the glory of Christ, who is the exact likeness of God.

Coba perhatikan juga ayat berikut :

Yesaya 7:10 (TB) TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:

Apakah Ahas seorang nabi sehingga TUHAN berbicara langsung dgn raja Ahas? Tentu tidak. Bahkan tidak ada seekor manusia pun yg mampu melihat Tuhan. Karena kata Tuhan di sana adalah nabi Yesaya! Tapi dia menulis dirinya di dalam kitabnya sebagai Tuhan. Tentu saja ini istilah Tuhan ini sebagai kiasan.

Jadi penulis Yohannes di awal bible sesungguhnya sedang mengadopsi pola penulisan kitab nabi-nabi yahudi di perjanjian lama. Yaitu melakukan pendefinisian ttg makna firman dan nabi sebagai penyampai firman.

Tuhan berbicara kepada manusia melalui para nabi yg diutusnya. Di perjanjian lama bisa lihat di Joel 1:1 Jonah 1:1 Micah 1:1 Zephaniah 1:1, Ezekhiel 1:3, Hosea 1:1

Yoel 1:1 (TB) Firman TUHAN yang datang kepada Yoël bin Petuel.

Yunus 1:1 (TB) Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

Mikha 1:1 (TB) Firman TUHAN yang datang kepada Mikha, orang Moresyet, pada zaman Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, yakni berkenaan dengan yang dilihatnya tentang Samaria dan Yerusalem.

Zefanya 1:1 (TB) Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.

Yehezkiel 1:3 (TB) datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.

Hosea 1:1 (TB) Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.

Yg sedikit berbeda ada di Jeremiah :
Yeremia 1:4-5 (TB) Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Jadi sangat jelas kan? Bahwa format seperti itu yg sedang dibangun oleh penulis gospel Yohannes. Untuk menerangkan bhw Tuhan berbicara kepada manusia melalui firman yg disampaikan kepada para nabi, sprt yg diterangkan juga di Ibrani 1:1, Ibrani 2:3-4, dan Kisah 28:25

Kisah Para Rasul 28:25 (TB) Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: “Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya:

Note:
Yg dimaksud roh Kudus oleh Paulus di Kisah 28:25 adalah malaikat. Krn Paulus sedang mereferensikan Yesaya 63:10 sebagai bahan refleksi atas reaksi para pendengarnya. Tapi kata malaikat di bible Yahudi ternyata diterjemahkan menjadi roh Kudus di Bible Kristen.

Yesaya 63:10 (TB) Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.

Aneh juga kan bila orang Kristen mendefinisikan roh Kudus sebagai oknum ke 3 dari trinitas?

Padahal dalam terjemahan Ibrani bunyinya :

בְּֽכָל־צָרָתָ֣ם ׀ לא [ל֣וֹ] צָ֗ר וּמַלְאַ֤ךְ פָּנָיו֙ הֽוֹשִׁיעָ֔ם בְּאַהֲבָת֥וֹ וּבְחֶמְלָת֖וֹ ה֣וּא גְאָלָ֑ם וַֽיְנַטְּלֵ֥ם וַֽיְנַשְּׂאֵ֖ם כָּל־יְמֵ֥י עוֹלָֽם׃
In all their troubles He was troubled, And *the angel* of His Presence delivered them. In His love and pity He Himself redeemed them, Raised them, and exalted them All the days of old.
https://www.sefaria.org/Isaiah.63.9?with=all&lang=bi

Roh Kudus = malaikat Jibril.

Jadi jangan mengira bahwa bible Yahudi dengan bible Kristen itu sama. Walaupun Kristen bersikeras bahwa perjanjian lama yang mereka pegang bersumber dari kitab Yahudi, namun pada kenyataannya mereka melakukan pelintiran terhadap terjemahannya. Pada artikel lain akan disinggung penyesatan teks bible Yahudi oleh penterjemah bible Kristen.
End Note.

Hanya saja gaya tulisan penulisan gospel Yohannes memang sedikit njelimet, penuh kiasan. Tapi intinya sesimpel itu, bhw inilah Yesus yg telah Tuhan pilih untuk penyampai firman.

Kesimpangsiuran terjadi akibat kesalahan translasi. Misalnya di Yohannes 1:2 tertulis :
Yohanes 1:2 (TB) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Padahal kata Houtos di ayat tsb seharusnya diterjemahkan “Ini atau this“, bukan “Ia“. “This” ini adalah untuk menerangkan Logos, atau the Word.
οὗτος ἦν ἐν ἀρχῇ πρὸς τὸν θεόν.
Houtos ēn en archē pros ton Theon
This (the Word) was with God (ton Theon, Tuhan Sejati) in the beginning.

Lihat Concordance untuk kata Houtos yg semuanya diterjemahkan “This atau Ini” di berbagai ayat, https://biblehub.com/greek/houtos_3778.htm

Kita lihat kembali ayat di alkitab berdasarkan interpretasi trinitas dan apa implikasinya :

Yohanes 1:2-5 (TB) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Bila kata ayat-ayat tsb berbicara ttg Yesus, bukan Logos/firmanNya, maka akan menjadi :

Yohanes 1:2-5 (TB) Yesus pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Yesus dan tanpa Yesus tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Yesus ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Beneran serius nih segala sesuatu diciptakan oleh Yesus? 😄
Padahal jelas-jelas di Kejadian 1:1 yg menciptakan segala sesuatu adalah Elohim.

Kejadian 1:1 (TB) Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
Hanya El Elohim lah sang Maha Pencipta. Bukan Yesus. Status Yesus hanya utusan. Tempatkan Yesus pada posisi yg seharusnya, jangan diupgrade jadi Tuhan Sejati.

Dan ayat keluaran 1:3 yg berbunyi :
Kejadian 1:3 (TB) Berfirmanlah Elohim: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
Sudah sesuai dgn kalimat dari ayat Al Qur’an, “kun fayakun“, “Jadi lah maka sesuatu itu tercipta”.

Ini adalah pemerkosaan yg nyata di siang bolong di tempat terbuka. Kenapa trinitarian bisa sangat tersesat sebegitu jauh ya?

Maka dari itu pemahaman ayat tsb harus dalam koridor rasional dan tekstual, jangan dgn kacamata “believe / trinitas” doang. Trinitas itu tidak alkitabiah. Trinitas tidak akan ada tanpa Kredo gereja (nicean creed, Apostle’s creed dan athanasian creed). Kenapa tidak beriman saja kepada ucapan Yesus, malah memilih pendirian bapak gereja yg berhaluan trinitas. Padahal Yesus sudah secara literal mengutip ayat Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN (SEJATI) itu Allah kita, TUHAN (SEJATI) itu esa! Kenapa ayat yg sudah sangat jelas harus direinterpretasi lagi dgn logika mbulet.

Jadi si penulis Yohannes yg entah siapa pelakunya sedang menerangkan kata Logos/firmanNya di setiap ayat Yohannes 1:2-5. Pembaca tidak boleh keluar rel dari frame tsb. Sehingga kata auto (αὐτῷ), autou (αὐτοῦ), dan houtos (Οὗτος), semuanya merujuk kepada Logos atau firmanNya.

Yohanes 1:2-5

firmanNya pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu melalui firmanNya tercipta, dan tanpa firmanNya tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam firmanNya ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Di dalam Al Qur’an bila Allah menghendaki sesuatu tercipta, maka cukup berfirman, kun fayakun, jadi maka sesuatu itu tercipta. Dengan bahasa yg eloquent, singkat tapi padat, namun sudah meliputi ayat Yohannes 1:2-5.

Bila ayat John 1:2 ini sudah dipahami maka tidak akan keliru dalam memahami kalimat “before Abraham was, I am (God)”. Karena Yesus tidak hidup sebelum Ibrahim (lihat juga artikel sebelumnya, baca di link ini) Sehingga ayat tsb diucapkan Yesus sebagai pengutipan kembali firman yg telah diberikan kepada Ibrahim. Sama seperti saat Yeremia menulis ayat yer 1:4 karena firman dari Bapa ditaruh di mulut Yesus. Dalam artian Yesus adalah penyampai firman Tuhan.

Yeremia 1:5 (TB) “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

“Aku” di sana kan bukan Yeremia sendiri, tapi Tuhan. Jadi kata “I am” di Yo 3:16 adalah merujuk kepada Bapa.
Kemudian di Ulangan 18:18, bila ayat ini dipercaya sbg nubuat buat Yesus, kita akan menemukan kalimat yg menarik ini :
נָבִ֨יא אָקִ֥ים לָהֶ֛ם מִקֶּ֥רֶב אֲחֵיהֶ֖ם כָּמ֑וֹךָ וְנָתַתִּ֤י דְבָרַי֙ בְּפִ֔יו וְדִבֶּ֣ר אֲלֵיהֶ֔ם אֵ֖ת כָּל־אֲשֶׁ֥ר אֲצַוֶּֽנּוּ׃
I will raise up a prophet for them from among their own people, like yourself: *I will put My words in his mouth* and he will speak to them all that I command him;

Tuhan berfirman melalui mulut utusanNya, supaya umat manusia tidak mendengar langsung suara dari Tuhan.
Kalau percaya ini adalah untuk Yesus, maka harus diterima juga bhw beliau hanyalah seorang nabi. Dan Tuhan Sejati akan menyampaikan firmanNya melalui lidah nabi tsb. Jadi jelas di sini bhw Yesus hanyalah seorang nabi dan penyampai firman. Sesimple itu tugas Yesus hidup.

Kita juga bisa menemukan kalimat yg serupa untuk “I will put My words in his mouth” Di Yohannes 3:34-35, Matius 10:20, Lukas 12:12. Bahkan dijelaskan juga oleh Yesus di Yohannes 7:16, 12:49-50, 8:47,5:37-38, 12:44, 14:10 dan 14:24
Yohanes 7:16 (TB) Jawab Yesus kepada mereka: “”Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri*, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

Yohanes 14:24 (TB) Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku*

Yohanes 12:49-50 (TB) Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

Yohanes 8:47 (TB) Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”

(kalau Yesus adalah Allah Sejati maka seharusnya ayat tsb berbunyi .. kamu tidak berasal dari aku)

Yohanes 5:37-38 (TB) Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.

Ada bbrp orang Kristen yg saya temui ngasih komentar, “heh..ke apa kalian umat Islam menyembah Tuhan yg tidak kelihatan“. Heheh.. rupanya dia jarang baca alkitab, krn Yesus saja bilang bhw Allah Sejati memang tidak akan kelihatan bentuk rupaNya.

Yohanes 12:44 (TB) Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;

Yohanes 14:10 (TB) Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Ayat Yo 14:10 di atas dijelaskan di Ibrani 1:1, karena Allah Sejati menaruh firmanNya di mulut Yesus.
Memang ayat Ulangan 18:18 ini menjadi nubuah rebutan antara Islam dan Kristen. Bisa jadi dua-duanya benar, bisa jadi Islam yg lebih benar bhw ayat tsb nubuah buat nabi Muhammad saw krn lebih memenuhi bbrp kriteria lain yg disebut di Ulangan. Yaitu yg seperti Musa (jumlah umat yg dipimpinnya itu cukup banyak), dari dari his brethren (krn Musa saat menerima firman tsb hidup dan beristrikan seorang Midian, yaitu Arab). Dan kalimat yg digunakan di Al Qur’an pun memakai kata pertama tunggal “Aku” untuk kata pengganti Allah SWT. Ttg ayat Ulangan 18:18 ini insya Allah akan dibahas di artikel lain.

Jadi dalam memahami ayat Yo 1:14, firman menjadi manusia, harus dipahami dalam paradigma di atas, yaitu firmanNya Dia taruh dalam ke mulut Yesus.
Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Monogenous

Sebelum mengutip Yo 1:14, bacalah dulu Yo 1:12-13
But to all who did receive him, who believed in his name, he gave the right to become children of God,
who were born/begotten, not of blood nor of the will of the flesh nor of the will of man, but of God.

And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
Apa yg disebut dgn monogenous atau ditranslate ke bhs Inggris menjadi of the only born atau of the only begotten?

Kata the only begotten son of God digunakan sebelum Pantekosta. Setelah itu semua pengikut Yesus disebut juga children of God.

Jadi tidak ada yg istimewa dgn istilah anak tuhan yg tunggal. Sedangkan setelah penyaliban baca Romawi 8:28
For those God foreknew he also predestined to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brothers and sisters.
Yaitu Yesus merupakan firstborn of many brothers

Di alkitab Indonesia monogenus diterjemahkan menjadi anak, mgkn krn bingung dgn istilah begotten yg bahkan di kamus Oxford, Webster dll pun tdk ada.
Kita lihat dulu 1 Yohannes 2::28 hingga 3:1

And now, dear children, continue in him, so that when he appears we may be confident and unashamed before him at his coming.

If you know that he is righteous, you know that everyone who does what is right has been begotten of him

See what great love the Father has lavished on us, that we should be called children of God! And that is what we are! The reason the world does not know us is that it did not know him.

Jadi kesimpulannya, orang Kristen tersesat gara-gara kesalahan translasi (kesalahan yg disengaja, ataupun tidak), juga krn tidak komprehensif dalam memahami kata Logos, serta tidak memahami gaya tulisan penulis gospel Yohannes yg sedang meniru pola kitab-kitab nabi Yahudi di perjanjian lama. Kajian sprt ini saya yakin tidak akan ditemukan di sekolah minggu. Ya tentu saja, kalau diterangkan sprt di atas maka orang kristen akan pada jadi mualaf 😄.

Terakhir, buat renungan saja. Kalau si penulis gospel Yohanes niat untuk menegaskan ketuhanan Yesus, kenapa ayat tsb tdk berbunyi :

Pada mulanya adalah Anak; Anak itu bersama-sama dengan Allah dan Anak itu adalah Allah. ?

Coba berpikir lebih keras.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.