Namanya yang mulia adalah Isa as, bukan Yesus

Setiap nama nabi di dalam bhs ibrani maupun bhs arab pasti mempunyai arti, yg berkaitan dgn kejadian yg melatar belakangi kelahirannya. Kecuali nama nabi Muhammad saw yg merupakan nama sifat, yg artinya “sifat-sifat terbaik yg terkumpul di seorang makhluk”.

http://www.youtube.com/watch?v=ExWD5B7VRGM

Jesus atau Yesus dalam bhs arab memang diterjemahkan menjadi Yasu. Tapi penamaan Jesus sebenarnya tidak tepat. Sebagaimana diketahui Bible ditulis di dalam bhs yunani, sedangkan Isa a.s sendiri dari aram.
Bila diambil dari kata Yaasu (bhs ibrani, mrk tdk memakai huruf “J”) sebagai sumber penamaan “Jesus”, maka akan menjadi masalah tersendiri buat Kristen.
Krn Yaasu dalam bhs ibrani mempunyai arti “dia yg diciptakan Tuhan”. Yg sinkron dgn bhs arabnya Yashi yg berarti juga “dia yg diciptakan Tuhan”.
Pasti orang kristen akan menolak nama “Jesus” kan bila tahu artinya itu? Krn sebagaimana kita ketahui baik menurut Islam atau pun kristen, nabi Isa a.s lahir tanpa bapak atau dari seorang perawan, tidak seperti nabi Adam a.s yg diciptakan Allah dari tanah.
Sedangkan nama “Yeshua`”, “Yahushuwa`”, “Immanuel”, “Emmanuel”, adalah sebagai hasil mencocok-cocokan dengan nubuat di tanakh.
Nama Yeshua mempunyai lafal yg sama dgn Jeshua. Bila melihat kitab Ezra 2:2 :
They came with Zerub′babel, *Jeshua*, Nehemi′ah, Serai′ah, Reel-ai′ah, Mor′decai, Bilshan, Mispar, Big′vai, Rehum, and Ba′anah.
dan
The ninth to *Jeshua*, the tenth to Shecaniah,” [I Chronicles 24:11]
Perhatikan ayat di atas kata Jeshua tidak ditranslit menjadi Jesus. Jeshua bila dilafalkan menjadi yeshua. Nama Jeshua tetaplah Jeshua, sedangkan nama Jesus tidak tidak bisa ditranslit dari Jeshua. Jeshua atau Yeshua sendiri mempunyai arti “dia yang diselamatkan”. Sehingga pemakaian nama Jesus tidaklah tepat.
Secara historikal pun nama “dia yg diselamatkan” tidak cocok dgn kondisi saat nabi Isa a.s lahir.
Jadi apa nama yg paling tepat untuk nama “Jesus” sebenarnya?
Maka kita harus cari tahu dulu nama aramaiknya.
Nama asli dalam bhs aramaik yg sebenarnya adalah Isho. Ini adalah nama dalam logat aramaik di belahan palestina utara. Krn yahudi di belahan utara Palestina melafalkan “Shin” sebagai “sin”, maka Isho dilafalkan menjadi Isa.
Maryam ibunya Isa as, yg memberikan namanya demikian tentu akan memberi nama sesuai penamaan yg lazim dalam bahasa aram. Bukan Ibrani apalagi yunani.
Nama yeshua tidak dikenal di dalam bhs aramaik
http://www.answering-christianity.com/eesa.htm
Isho. Itu hanya berupa teks, krn pronunsiasinya/pelafalannya adalah Isa. Nama diri ini tidak bisa masuk menjadi kata serapan, yg membedakan pelafalan hanya dialek. Seperti misalnya nama Udin. Ketika orang Eropa memanggil Udin pasti dengan keterbatasan lidahnya tetap akan memanggilnya Udin, bukan Donny, atau Danny.
Kata Isho dalam bahasa aram berarti “bintang Utara yang terang”.
Dengan Aasa dan Isa dalam bhs arab yg mempunyai arti yg sama yaitu “pengamat malam”, yaitu bintang. Sangat cocok dgn sikon pada saat nabi Isa a.s lahir, yaitu pada malam hari dimana terlihat sebuah bintang terang sprt yg diceritakan di Matius 2: 1-12.
Bahkan nama Isa ini justru akan menggenapi nubuat di kitab bilangan :
“I shall see him, but not now: I shall behold him, but not nigh: *there shall come a Star out of Jacob*, and a Sceptre shall rise out of Israel…” [Numbers 24:17]
Bilangan 24:17 (TB) Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; *bintang terbit* dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.
Bahkan di Wahyu 22:14 kita bisa temukan bhw :
Wahyu 22:16 (TB) “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”
Sedangkan nama yashua bebas-bebas aja menjadi Jesus,, atau yesus. Krn yashua bukanlah nama diri dari Isa, tapi sebuah gelar yg artinya the saviour. Apakah nama seseorang berubah ketika dia berada di negara lain? Tentu tidak. Alosyus ya Aloysius, tidak berbubah menjadi Ali, misalnya kalau Aloysius lagi di Arab.
Dan ini dari sumber orang Kristen sendiri. Yg menarik pembicaranya bilang di menit ke 1:25, kalau kalian memanggil namanya Jesus, atau yeshua, dia tidak akan menoleh krn namanya bukan itu, tapi Isho,

http://www.youtube.com/watch?v=lLOE8yry9Cc

Tapi okelah, karena alkitab sudah menuliskan namanya sebagai Yesus, maka kita ikuti saja keinginan para penterjemah alkitab.
Namun statement lain yg lebih konyol mengatakan bahwa Isa as bukanlah Yesus. Pasti ini pendapat bocah kalap karena tidak terima Isa as di dalam al Qur’an hanyalah sebatas nabi yg gagal wafat disalib.
Saya bilang bocah kalap karena mereka tidak tahu bahwa di alkitab versi lawas nama yg tertulis di alkitab adalah Isa Al-Masih – bukan Yesus, Jesus atau JC. Coba baca Matius 1:1 edisi lama :
KSI:
Inilah silsilah Isa Al Masih, anak Daud, anak Ibrahim.
KL1870:
BAHWA inilah sjadjarah ISA ALMASIH, ija-itoe anak Da’oed, anak Iberahim.
Jelas kan sekarang, bahwa Isa as adalah Yesus?
Kalau memaksakan diri bhw Isa bukanlah Yesus, maka tokoh Yesus menjadi seorang yg imajiner yg tidak pernah existed di jamannya. Krn si anak yg lahir dari ibu yg bernama maryam dan tidak berbapak hanyalah seseorang yg diberi nama Isho atau Isa.
Tapi kan Yesus lahir di kandang domba, sedangkan Isa as lahir di bawah pohon korma. Jadi Yesus bukanlah Isa.
Itu kalimat yg sering kita dengar sebagai bantahan dari mereka.Siapa bilang Isa as lahir di bawah pohon korma? Al Quran tidak pernah secara spesifik menerangkan bahwa Maryam melahirkan Isa as di bawah korma koq.

Isa as adalah salah seorang nabi dan rasul yg dianugrahi mukjizat yg besar. Bisa berbicara saat bayi, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, membuat burung dari tanah, semuanya atas ijin dari Allah swt. Dia lahir dari seorang perawan yg bernama Maryam. Dia datang untuk membenarkan hukum taurat (bukan membenarkan taurat), serta hukum halal haram makanan, dan bukan datang untuk menghapus hukum taurat tsb. Allah SWT lah yg mengajarkannya kitab termasuk taurat, al hikmah dan Injil. kepada Isa as.

Āli `Imrān:48 – Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.

Tidak disebutkan beliau berasal dari mana dan di lokasi mana dia lahir. Tapi ibunya melahirkan mengasingkan diri ke tempat yg jauh karena khawatir dgn proses kehamilannya yg tanpa suami (baca di surat Maryam ayat ke 22 hingga 34). Saat ibunya di perjalanan tsb, rasa sakit kandungannya tidak tertahankan, kemudian dia bersandar di pohon korma. Hampir-hampir saja dia putus asa. Namun Allah swt menolongnya dgn mengutus Jibril. Jibril menerangkan bagaimana Maryam bisa mendapatkan air dan makanan. Pohon korma tempatnya bersandar disuruh untuk digoyangkan sehingga buahnya berjatuhan.
Di surat Maryam tsb tidak diterangkan apakah dia melahirkan pada saat itu dan di tempat itu atau di sebuah kandang ternak. Yang jelas Maryam melahirkannya saat jauh dari keramaian. Jadi bukan di sebuah kota, karena khawatir orang-orang akan mencercanya. Tapi di sekitarnya terdapat padang rumput dan sungai atau sumber air.

Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):50 – Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

Baca https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/12/12/26/mfm869-arkeolog-lahirnya-nabi-isa-bukan-di-betlehem-palestina

Maryam dan Isa as orang mana?

Mereka berasal dari Nazareth, bukan dari judea, lihat peta :

Makanya di dalam Al Qur’an nama pengikut setianya diberi nama Nasrani atau orang dari Nazirah karena Maryam dan Isa as menetap di daerah tsb.

Mereka berbicara dalam bahasa aramaik, bukan Ibrani. Paus pun mengakui hal ini, baca https://time.com/118522/pope-corrects-israeli-leader-actually-jesus-did-not-speak-hebrew/

Tapi Maryam ibunya Isa as adalah saudaranya Harun. Sedangkan Harun hidup di jaman yg berbeda.

Lagi-lagi ini cara ngeles bocah yang tidak berpengetahuan.

Ayat yg menyebutkan maryam adalah saudara Harun adalah sebuah kiasan. Kalimat tsb diucapkan oleh orang-orang Yahudi yg menuduh Maryam melahirkan akibat selingkuh. Mrk heran kenapa Maryam yg mempunyai silsilah kerahiban dari Harun tiba-tiba melahirkan tanpa nikah.

Pernah baca Matius 1:1 ? Disebutkan bhw Yesus adalah anak Daud.
Matius 1:1 (TB) Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Kristen gak memahami ayat tsb secara literal kan? Saat muslim membaca Matius 1:1 bhw Yesus anak Daud, kami gak protes, krn kami tahu itu hanya lah sebuah kiasan.

Cuma masalahnya genealogi Yesus di Matius bermuara di Joseph (Matius 1:16). Begitu juga di Lukas, muaranya di Yusuf. Ayat-ayat tsb adalah catatan genealogi bukan lah parable. Kesimpulannya ayat-ayat di Matius tsb bukanlah silsilah Yesus tapi silsilah Yusuf.

Yesus dipaksakan ditulis lahir di bethlehem (dekat Jerusalem) hanya untuk mencocok-cocokan dgn nubuah saja, padahal tidak sesuai dgn fakta sejarah. Tidak mungkin Maryam melakukan perjalanan yg jaraknya sekitar 160km dari Nazareth hanya untuk disensus. Ingat kondisi Maryam saat itu sedang hamil 9 bulan. Belum ada pesawat terbang saat itu, yg mungkin dikendarai hanya keledai yg jalannya pasti pelan. Dan dia juga khawatir masyarakat akan menuduhnya sudah berzinah, krn resikonya adalah dirajam dgn batu. Sehingga mengasingkan diri ke tempat terpencil yaitu Galilea adalah yg paling masuk akal dibandingkan pergi ke bethlehem.

Hasil penelitian arkeologi yg dipimpin Dr Aviram Oshri belum lama ini menguatkan pendapat bhw Yesus tdk lahir di bethlehem (yg di dekat Jerusalem), tapi di sebuah tempat di Galilea yg jaraknya 15 km dari kediaman Maryam.
Catatan: ada 2 tempat yg bernama bethlehem. Satu di dekat Nazareth berjarak 15 km, yaitu bethlehem of Galilea. Satu lagi di dekat Jerusalem berjarak 160km dari kediaman Maryam, yaitu bethlehem of Jerusalem.
Lagian, bethlehem of Jerusalem yg diyakini oleh Kristen sekarang letaknya di selatan Jerusalem. Sehingga untuk sampai ke tempat tsb harus melewati dulu kota besar Jerusalem. Sehingga sangat mustahil tujuan Maryam adalah ke bethlehem yg ini krn faktor-faktor keamanan dan kondisi kandungan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.