Nama Tuhan bukan YHVH, YHWH, ataupun Yahweh

Percaya atau tidak, dengan mempelajari kitab lain, mendengarkan kajian dari rabbi-rabbi Yahudi, dan sejarah kompilasi kitab mereka justru memperteguh kebenaran Islam dan Al Qur’an.

Tapi ini bukanlah sebuah saran atau ajakan buat saudara muslim seiman agar mempelajari kitab yahudi (Bible Ibrani, Talmud, Midrash, Misnah dll),  dan bible kristen, karena Al Qur’an saja sudah cukup bagi kita sebagai kitab yang menuntun muslim kepada keselamatan dunia dan akhirat.

Namun pembelajaran serta analisa kritis terhadap sejarah  dan teks kitab lain terpaksa harus dilakukan. Bukan bertujuan dilakukan untuk mempertebal keimanan, ataupun merasa kurang terhadap keterangan dari Al Qur’an serta hadits. Tidak. Al Qur’an dan hadits sudah sangat cukup menjadi panduan hidup. Namun tujuan akhirnya adalah untuk membentengi saudara muslim agar tidak disesatkan oleh kaum kafir. Cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan kitab mereka sendiri. Karena walaupun kitab mereka sudah tidak lagi otentik (5 kitab Musa), dan dibuat oleh tangan-tangan manusia (perjanjian baru), namun masih tersisa petunjuk yang Allah SWT titipkan kepada para rasul. Misalnya di perjanjian baru masih ada pengajaran tauhid dari Isa ibnu Maryam as.

Bila kita baca sejarah penulisan taurat oleh Ezra dan beberapa penulis lainnya (krn 5 kitab taurat diyakini tidak ditulis oleh Musa a.s), baik versi Yahudi, dan taurat Samaria, terlihat bhw kitab ini bukanlah kitab yg otentik seperti yg Allah turunkan kepada Musa a.s. Apalagi kalau kita membaca teks perjanjian lama yg dipegang oleh umat kristen, akan terlihat penyimpangan yg sangat jauh dari kitab yg dipegang oleh TaNaKh versi Ibrani. Banyak teks terjemahan Bible yg dipegang Kristen ternyata keliru dan sengaja dikelirukan untuk mendukung klaim teologi Kristen.

Salah satu contoh penyimpangan kitab-kitab tsb nama Allah. Nama Allah ini di dalam Al Qur’an sudah diwasiatkan kepada Ibrahim beserta anak-anaknya dan Yakub.

Surah Al-Baqarah, ayat 132: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih diin ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam sebagai seorang muslim”.

Dari kitab perjanjian lama teks masoretic (yang dipegang oleh Yahudi dan Kristen), nama Allah (Eloha => ibrani, Alaha => aramaik) tidak lagi dianggap sbg nama Tuhan yg proper. Tapi orang Kristen berpendirian bhw nama YHVH/YHWH/Yahweh lah yg benar.  Ini  salah dan sangat menyimpang, baik menurut rabbi Yahudi maupun rabbi samaria, karena YHVH hanyalah teks yg tidak bisa dibaca. Orang Yahudi maupun Yahudi Samaria ketika menemukan teks YHVH mereka melafalkannya dgn kata adonai atau HaShem.

Sedikit akan saya ulas mengenai bible Ibrani dan Bible Kristen. Walaupun orang Kristen mengaku perjanjian lama diterjemahkan dari teks masoretik, namun kenyataannya banyak translasi yg diselewengkan. Contoh :

Ini adalah terjemahan versi Kristen :

Isaiah (Yesaya) 7:14

Therefore the Lord himself will give you a sign: The virgin will conceive and give birth to a son, and will call him Emmanuel.

Kemudian mari kita bandingkan dgn Matius 1:23

The virgin will conceive and give birth to a son, and they will call him Immanuel” (which means “God with us”).

Sedangkan versi Yahudi :

Isaiah 7:14

Therefore the Lord, of His own, shall give you a sign: behold the young woman is with child, and she shall bear will a son, and she shall call his name Immanuel.

Kata almah diterjemahkan oleh bible kristen sebagai the virgin. Sedangkan si bible Ibrani almah = the young woman. Yg sepadan dgn almah adalah elem = the young man. Wanita muda belum tentu perawan, kan? Dan istri Yesaya saat itu memang masih sangat muda tapi sudah bukan perawan. Ref ibn Ezra https://www.sefaria.org/Ibn_Ezra_on_Isaiah.7.14?ven=Commentary_of_Ibn_Ezra_on_Isaiah_-_trans._by_M._Friedlander,_1873&lang=bi

Bagaimana bisa kita pastikan bhw kata alamah adalah the young woman bukan the virgin? Kita lihat proverbs 30:19-20

19 the way of an eagle in the sky,

19  theway of a snake on a rock, the way of a ship on the high seas, and the way of a man with a young woman.

20 “This is the way of an adulterous woman:  Sheeats and wipes her mouth and says, ‘I’ve done nothing wrong.’

Kata a young woman di ayat ke 19 berasal dari kata alamah. Mustahil seorang perawan adalah pezina sprt yg dijelaskan di ayat selanjutnya.  Jadi jelas sekarang bhw kata alamah seharusnya diterjemahkan menjadi wanita muda bukan perawan.

As the turn out, teks tentang kelahiran Yesus yg dinamakan sebagai Immanuel di Matius merupakan pemerkosaan ayat Yesaya secara vulgar.

Dari satu contoh ini kita bisa mengambil pelajaran.  Bahwa apabila kita sedang berdiskusi dgn orang Kristen, kemudian mrk membawa teks di perjanjian lama, maka sebaiknya kita double check dgn bible Ibrani, atau menyimak  . Pembaca   embacabisa mendownload app Sefaria di google play store atau di web sefaria.com untuk membaca bible versi Ibrani (dan juga talmud, Misnah, Midrash serta komentar para rabbi)

Nama Allah tidak pernah Yahweh.

Yahweh adalah sebutan untuk tuhannya pagan babylonia yg diadopsi oleh Ezra saat pengasingan di Persia.

Menurut genesis 1:1 nama pencipta langit dan bumi bukan yahweh, tapi Elohim.

Elohim adalah bentuk plural dari Eloah, tapi bukan berarti Tuhannya Yahudi banyak. Istilahnya adalah majestic plural, seperti halnya kata “Kami” di al Qur’an.

https://biblehub.com/hebrew/433.htm

https://biblehub.com/lexicon/genesis/1-1.htm

Nama Tuhan yahudi sebenarnya tidak pernah yahweh.

Bagaimana asal muasal nama Yahweh?

Bangsa Yahudi pernah melupakan nama Tuhan, sekitar selama 55 tahun. Itu terjadi akibat mrk malah bergelimang dgn kesesatan. Baca kitab yeremiah 23:27 :

who think to make my people forget my name by their dreams which they tell one another, even as their fathers forgot my name for Ba′al?

YHWH – Jehovah merupakan sinonim dari kata Baal.

“Baal (#H1180) from ba’al with pron. Suff.; my master; Baali, a symbolical name for Yah & Jehovah — Baali.”

http://www.chosenofisrael.com/yah-not-gods-name.php

From Biblehub.com:

◄ 1180. Bali ►

Strong’s Concordance

Bali: “my Baal,” a symbolic name for Yah

https://biblehub.com/hebrew/1180.htm

Bahkan bangsa Mesir kuno pun punya sesembahan yg namanya Yah.

Nama Tuhan bangsa Yahudi adalah Allah. Seperti yg didokumentasikan di dalam Al Qur’an surat Al-Baqarah.

Surah Al-Baqarah, ayat 132:

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih diin ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam sebagai seorang muslim”.

Dan bukan hanya pernah melupakan nama Tuhannya Yakub, tapi bangsa Yahudi juga pernah melupakan taurat sebanyak 2 kali. (Ditambah 1x lagi kitab Yahudi dimusnahkan saat pembumihangusan Yerusalem di tahun 70 Masehi.)

Cek saja di google, dgn keyword “Torah was forgotten”.

Paska kehancuran pertama Jerusalem oleh nebukadnezzar II (hidup 605 SM –  562 SM) di tahun 587 SM, maka pengasingan Yahudi di Persia mendapat kesempatan oleh raja Cyrus untuk bisa kembali ke Judea. Orang yg ditunjuk oleh raja Persia untuk memimpin eksodus dan pembangunan Jerusalem berikut reproduksi kitab taurat yg sudah musnah adalah Ezra.

Kalau kita baca perjanjan lama kitab Ezra chapter 1 dan 7, maka dapat dgn mudah mengambil kesimpulan bhw Yahweh adalah sesembahan raja pagan Parsi, yaitu Cyrus dan Artaxerses.

Di chapter tsb ada proklamasi 2 raja Persia tsb, yg menyebut bhw tuhan pagan mrk adalah Yahweh “the god of heaven”.

Istilah “the god of heaven” adalah asing untuk bangsa Yahudi. Krn Yahudi selalu menyebut Tuhan mrk dgn nama “the god of israel”. Cek https://biblehub.com/text/ezra/1-2.htm, bandingkan dgn https://biblehub.com/text/ezra/1-3.htm

Pendapat di atas diperkuat dgn temuan surat yg bernama Lachish Letters atau Lachish Ostrak atau Ostracon di tahun 589 SM. Yaitu surat yg dibuat oleh nebukadnezzar (raja yg hidup sebelum Cyrus). Isi suratnya adalah:

To my lord, Yaush, may YHWH (Yahweh) cause my lord to hear tiding(s) of peace today, this very day! Who is your servant, a dog, that my lord remembered his [se]rvant? May YHWH make known(?) to my [lor]d a matter of which you do not know.

Dokumen tsb menjadi bukti yg tidak bisa dibantah bhw sesembahan bangsa Persia adalah Yahweh, sebelum reproduksi kitab taurat oleh Ezra.

Nama Yahweh inilah yang kemudian diadopsi ke dalam kitab perjanjian lama kristen. Sedangkan d bible Ibrani sendiri teks יְהוָ֖ה

Tapi selama istilah  יְהוָ֖ה (di bible Kristen eja YHVH) tidak bermaksud menggantikan nama Tuhan yg proper, maka Yahudi tetap masih bisa dianggap pure monotheism. Toh mrk tidak pernah menyebut nama Tuhan secara terbuka, namun dgn sebutan  Hashem. Kenapa? Krn YHVH di kitab TaNaKh hanya sebuah teks yg tidak pernah dilafalkan. Berbeda dgn umat kristen yg mengobral kata Yahweh, Jehovah dll.

Siapa nama Tuhan yg sebenarnya?

Jeremiah 16:14-21 memberi sebuah petunjuk siapa yg akan mengetahui nama Tuhan yg sebenarnya.

Assuredly, a time is coming—declares the LORD—when it shall no more be said, “As the LORD lives who brought the Israelites out of the land of Egypt,”
but rather, “As the LORD lives who brought the Israelites out of the northland, and out of all the lands to which He had banished them.” For I will bring them back to their land, which I gave to their fathers.
Lo, I am sending for many fishermen —declares the LORD— And they shall haul them out; And after that I will send for many hunters, And they shall hunt them Out of every mountain and out of every hill And out of the clefts of the rocks.׃
For My eyes are on all their ways, They are not hidden from My presence, Their iniquity is not concealed from My sight.
I will pay them in full— Nay, doubly for their iniquity and their sins— Because they have defiled My land With the corpses of their abominations, And have filled My own possession With their abhorrent things׃
O LORD, my strength and my stronghold, My refuge in a day of trouble, To You nations shall come From the ends of the earth and say: Our fathers inherited utter delusions, Things that are futile and worthless.
Can a man make gods for himself? No-gods are they!
Assuredly, I will teach them, Once and for all I will teach them My power and My might. And they shall learn that My name is LORD.

Inti dari ayat di atas adalah, yg akan mengetahui nama יְהוָֽה atau YHVH adalah bangsa di luar Israel (atau gentiles).

Apakah Yesus pernah menyebut nama Yahweh? Atau jehovah? Tidak pernah. Dia hanya memanggil dgn sebutan Bapa atau Abba. Bahkan Yesus pun bukan seorang gentile karena dia seorang Yahudi. Dan memang Allah hanya mengajarkan namaNya pada Ibrahim, anak-anak Ibrahim, dan Yakub as (Al Baqarah 132). Apakah di perjanjian baru terdapat nama Yahweh atau jehovah? Tidak ada. Nama Yahweh pun baru muncul di abad ke 16 Masehi.

Yahweh doesn’t appear unti 1599, that’s the first time it appears, in the writings of a man named Gilbert Génébrard – Nehemia Gordon

Bangsa mana lagi di luar Israel yg membawa DNA konsep ketuhanan dari Ibrahim selain bangsa arab ? Tidak ada. Dari bangsa Arab lah nama Tuhan kembali diserukan, dengan nama Allah. Kurang jelas apalagi?

Nama Tuhan yg benar yaitu Allah. Dan ini diakui sendiri oleh Rabbi Yahudi bhw nama Tuhan yg proper adalah Elohim (plural dari kata Eloah).

Eloah bila dibaca maka bunyinya hampir mirip dgn bunyi nama Allah.

Demikian juga dgn nama Allah dalam bahasa aramaik yaitu Alaha. Yg pronunciationnya adalah AaLaH (Eastern), AaLoH (Western).

Ini buktinya bhw nama Allah adalah nama valid buat Tuhan menurut rabbi yahudi.

Saya remark perkataan rabbi buat orang kristen di video tsb, “ente butuh berobat dan ente butuh bertobat”.😄😄

Nama Elohim tidak berarti Tuhan yg banyak, tidak juga menjadi legitimasi untuk doktrin trinitas, tapi untuk menunjukkan ekspresi kebesaran Eloh,

Dalam hal ketauhidan, Yahudi dan Islam itu saling respek satu sama lain. Satu sama lain saling menganggap sebagai ajaran  monotheism. Satu sama lain bisa berbagi tempat beribadah bila tidak ada masjid atau sinagog.

Kami hanya beriman kepada Allah yang Ahad. Bukan “satu yg kompleks” seperti di dalam ajaran trinitas.

Bukan satu yg kompleks, tapi “satu yg absolut”.

Ajaran kristen adalah satu-satunya ajaran dari garis keturunan Ibrahim yg menyimpang karena berubah menjadi ajaran polytheism tanpa mrk sadari.

Untuk mengenal siapa yg menciptakan manusia, tanya lah orang Yahudi. Tapi akan lebih valid lagi kalau bertanya ke umat islam. Karena islam adalah diin yg paling paripurna, dan mengoreksi kitab-kitab sebelumnya. Tidak ada diin di sisi Allah Sang Maha Pencipta selain Islam.

Ini adalah artikel pertama kami, sekaligus introduksi kemana tema blog ini akan difokuskan.   Yaitu kristologi dan apologetik.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.